Kiat-kiat Membuka Usaha Sablon Kaos

  Kiat-kiat Membuka Usaha Sablon Kaos Usaha sablon kaos merupakan salah satu usaha yang cukup ... thumbnail 1 summary

 

Kiat-kiat Membuka Usaha Sablon Kaos

Usaha sablon kaos merupakan salah satu usaha yang cukup menjanjikan dikarenakan bagian dari proses produksi pakaian jadi, sedangkan pakaian jadi dalam hal ini kaos adalah bagian dari fashion yang tidak ada habisnya. Kiat-kiat membuka usaha sablon kaos akan kami kupas dalam artikel kali ini berdasarkan pengalaman yang sudah kami jalani, dan semoga dapat menginspirasi dan memberi gambaran tentang cara usaha sablon kaos.

Mengerti proses sablon kaos

Sebagai seorang yang baru akan membuka usaha sablon ada baiknya mengerti bagian-bagian dalam proses sablon mulai dari pra cetak hingga menjadi kaos jadi yang siap dijual. Bagian-bagian yang dimaksud diantaranya setting desain gambar, membuat atau mengafdruk screen, penyablonan, finishing. Bagian-bagian tersebut akan kami bahas pada artikel berikutnya.

Mengetahui peralatan-peralatan sablon kaos

Sablon kaos sekilas memang tampak sederhana, akan tetapi perlu diketahui bahwa proses sablon (manual) dilakukan dengan beberapa peralatan-peralatan khusus yang mempunyai fungsinya masing-masing. Peralatan tersebut seperti rakel, screen, alat presisi atau meja sablon, alat pengering (misalnya: hotgun), lampu afdruk, dan alat pendukung lainnya, tiap-tiap peralatan dan fungsinya akan dibahas pada materi-materi berikutnya.

Mengetahui bahan-bahan yang digunakan dalam sablon kaos

Dalam sablon kaos bahan-bahan merupakan bagian yang sangat penting, penggunaan bahan yang tepat tentunya akan mempengaruhi kualitas sablon itu sendiri. Bahan-bahan tersebut misalnya:
Bahan pra cetak, seperti: obat afdruk, penguat screen/katalis,
Bahan cetak, seperti: pasta/rubber/tinta/GL, binder, pigmen/biang warna, perekat/lem
Bahan pembersih, seperti: detergen, kaporit, M3
Penggunaan bahan-bahan tersebut dibutuhkan pengetahuan yang memadai, hal ini bisa dipelajari secara bertahap.

Nah, setelah mengerti bagian-bagian yang sudah dijelaskan di atas bisa dimulai dengan membeli peralatan-peralatan sablon kaos, sesuaikan dengan keuangan yang ada, berikut beberapa peralatan yang bisa dibeli:
  1. Screen
    Untuk tahap awal belilah screen jenis T61, screen tersebut merupakan salah satu jenis yang banyak dipakai untuk sablon kaos. Kemudian ukuran screen bisa dimulai dengan screen ukuran 30x40 untuk menyablon desain ukuran A4 ke bawah, dan atau screen 40x50 untuk menyablon desain ukuran A3 ke bawah.
  2. Rakel
    Rakel yang umum dipakai dalam sablon kaos adalah rakel lancip, ada juga yang menggunakan rakel persegi, panjang rakel bisa menyiapkan yang berukuran 33 cm.
  3. Alat presisi atau meja presisi
    Dalam menyablon biasanya tiap warna ditimpa/digesut 3 kali (3x naik) untuk mendapatkan hasil yang baik. Alat presisi atau meja presisi berfungsi agar gesutan ke dua dan seterusnya tidak bergeser dari gesutan sebelumnya sehingga hasil sablonan baik, juga berfungsi untuk mempresisikan warna-warna lainnya dalam proses sablon. Banyak alat presisi yang bisa digunakan, untuk lebih detail tentang hal ini kami buat artikel khusus tentang alat presisi atau meja presisi.
  4. Papan untuk kaos
    Papan berfungsi untuk meratakan bidang kaos agar mudah saat disablon, papan tersebut sudah diolesi dengan perekat/lem kaos sehingga kaos tidak akan bergeser dari papan. Papan disini bisa menggunakan triplek dan disesuaikan dengan alat presisi yang digunakan.
 Sedangkan untuk bahan yang bisa dibeli untuk tahap pemula diantaranya:
  1. Obat Afdruk
    Terdapat banyak obat afdruk yang ada di pasaran, seperti Photoxol, Bremol, Diasol, SuperX, dan lain-lain.
  2. Tinta/Pasta/Rubber
    Bahan yang umum digunakan untuk sablon kaos yaitu tinta jenis rubber (karet), terdapat banyak pula merk-merk rubber seperti Matsui, ANT-Ink, GK-Rubber dan lain sebagainya.
  3. Biang warna/ pigmen
    Biang warna atau pigmen merupakan pewarna rubber, campurkan pada rubber netral untuk mendapatkan rubber dengan warna yang dikehendaki.
  4. Binder
    Cairan binder digunakan untuk mengencerkan rubber, cairan binder berwarna putih susu dan biasanya ada yang jenis kualitas biasa ada yang kualitas bagus.
  5. Minyak M3
    Minyak M3 biasanya digunakan untuk membersihkan tinta rubber yang menempel pada screen yang sulit dibersihkan dengan air.
  6. Kaporit
    Kaporit yang dicampur dengan air biasanya digunakan untuk menghapus afdrukan pada screen sehingga screen dapat digunakan kembali untuk mengafdruk desain lain.
Demikian sedikit ulasan tentang kiat-kiat membuka usaha sablon kaos, dalam sablon banyak yang harus dipelajari dan pengalaman demi pengalaman dari hasil mencoba akan menjadikan pengetahuan yang bermanfaat. Semoga dapat menginspirasi dan memberi gambaran tentang cara usaha sablon kaos.

Oleh: Bambang Santoso

Tidak ada komentar

Poskan Komentar