Mengenal Jenis-Jenis Kain


Kain mempunyai beragam jenis, penggunaannyapun bermacam-macam sesuai dengan kebutuhannya. Nah, kali ini Sablon.Info akan sedikit membahas jenis-jenis kain yang mungkin perlu pembaca ketuahui, apa saja jenis-jenis kain tersebut?

1. COTTON

Ini jenis bahan yang jadi andalan buat distro-distro. Bahan ini ada 2 jenis besaran yaitu Cotton Combed serta Cotton Carded. Untuk Cotton Combed bahannya lebih halus daripada Cotton Carded yang agak kasar. Memang secara sepintas ketika kita memegang bahan Cotton Carded terasa lebih tebal, tapi Cotton Combed ketika di pakai lebih nyaman dan enteng. Sifat kedua jenis bahan tersebut bisa menyerap keringat dan tidak panas, karena bahan baku dasarnya adalah serat kapas. Selain itu, untuk membedakan tebal tipisnya kaos dengan bahan ini adalah jenis benang yang dipergunakan. Biasanya kita sering melihat jenis kaos yang 20’s, 30’s atau lainnya. Bahan dengan benang 20’s lebih tebal ketimbang 30’s. Ada lagi bahan yang lebih tebal dari Cotton Combed 20’s yaitu Double Cotton atau biasanya juga di sebut dengan Double Nett. Tentunya bahan lebih nyaman dan jatuh (berat ke bawah) ketika di pakai. Tapi, kekurangan dari bahan Double Cotton ini adalah melar ketika sering dicuci dan dipakai, apalagi jika sering ditarik karena ada udara seperti layaknya spon.
Secara umum, karakteristik dari bahan dasar tanaman kapas ini adalah sebagai berikut :
  • Bahan terasa dingin dan sedikit kaku;
  • Menyerap keringat;
  • Pakaian / kain akan rusak bila direndam lebih dari 2 jam dalam detergen;
  • Rentan terhadap jamur;
  • Jangan biarkan kain katun terlalu lama basah.
Karena sifatnya yang nyaman ketika dipakai, maka terdapat kombinasi campuran yang menggunakan bahan Cotton ini, yaitu:
a. TC (TETERON COTTON)
Jenis ini masih dalam kategori katun namun kualitasnya di bawah Cotton Combed dan Cotton Carded sebab merupakan campuran bahan Cotton dengan bahan Polyester (Teteron). Dibanding bahan Cotton, bahan TC kurang bisa menyerap keringat dan agak panas di badan serta lebih kasar. Kelebihannya jenis bahan TC lebih tahan kusut dan tidak melar meskipun sudah dicuci berkali-kali.
b. CVC ( COTTON VISCOSE)
Jenis bahan kaos  ini adalah campuran dari Cotton Combed dan Viscose. Kelebihan dari bahan ini adalah tingkat shrinkage-nya (susut pola) lebih kecil dari bahan Cotton. Jenis bahan ini juga bersifat menyerap keringat.

2. VISCOSE

Bahan Viscose merupakan bahan yang sering dipergunakan dalam pakaian-pakaian model busana pesta, casual wear, lingerie, underwear, sampai jaket sebab halus dan licin serta lentur. Bahan ini terbuat dari serat kayu (Eucalyptus-sejenis pohon pinus). Ciri2 viscose :
  • Terasa lembut dan dingin di kulit;
  • Bahannya jatuh, tidak kaku dan warnanya mengkilat;
  • Menyerap keringat;
  • Bahan/ pakaian akan rusak apabila direndam dengan diterjen lebih dari 1 jam;
  • Bisa dicuci atau di dry clean.

3. POLYESTER dan PE

Jenis bahan ini terbuat dari serat sintetis atau buatan dari hasil minyak bumi untuk dibuat bahan berupa serat fiber poly dan yang untuk produk plastik berupa biji plastik. Karena sifat bahan dasarnya, maka jenis bahan ini tidak bisa menyerap keringat dan panas dipakainya. Terbuat dari butiran plastik sehingga terasa panas di badan dan tidak menyerap keringat. Karakteristik dari bahan ini yaitu:
  • Noda minyak dan makan sulit dihilangkan dari bahan ini;
  • Polyester lebih kuat dan tahan direndam lebih dari 3 jam;
  • Sering dicampur bahan lain seperti viscose, linen dan katun.

4. LINEN

Seperti katun, namun memiliki serat yang lebih kuat, sangat cocok untuk casual wear dan dresses. Kain cantik ini berkerut tapi jangan sampai kerutannya malahan menganggu penampilan. Kain ini mempunyai karakteristik:
  • Bahannya dingin, menyerap keringat dan sangat nyaman dipakai;
  • Mudah Kusut sehingga cara mencuci dan menyetrika butuh perhatian;
  • Untuk perawatan: pilih deterjen yang lembut dan rendam dalam air bersuhu hangat (lihat petunjuk label pakaian).

5. WOOL

Bahan ini sangat menyerap air akan tetapi berbahan tebal sehingga jika kena noda akan lebih sulit dibersihkan dan akan menyusut jika cara mencuci dan mengeringkannya tidak benar. Ada juga jenis Lightweight Wool. Untuk Lightweight Wool, sesuai dengan namanya, kain wol ini tergolong ringan dan bisa dipadukan dengan apa saja. Jatuhnya di badan pun enak dilihat. Kelebihannya, kain ini agak ‘bandel’ alias tahan banting (awet).

6. SUTERA/SILK

Bahan ini menyerap air dan mudah sobek. Pencucian dengan menggunakan enzym dan pemutih dapat menyebabkan kerusakan pada jenis pakaian ini sehingga cara pencucian yang baik dilakukan adalah dengan sistem dry clean. Untuk penggunaan mesin cuci biasanya ada pilihan program: Normal, Delicate, Jeans, Wool, dsb.

7. CASHMERE

Bahan ini tergolong mewah, dengan kualitas prima. Jangan heran bila embel-embel price tagnya pun tergolong menguras kantung. Dipadukan dengan rok yang elegan ataupun dengan jeans saja, cashmere tetap terlihat mewah dan mahal. Semakin sering dicuci, bahan ini akan semakin halus. Tapi perhatikan dulu, tidak sembarang cuci, karena mencucinya pun dilakukan dengan shampoo.

8. SHEER

Biasa digunakan untuk tampilan elegan dan anggun. Pilih yang transparan dilengkapi dengan dalaman maka akan terlihat simple yet sexy.

9. JERSEY

Untuk bahan satu ini, agar jatuhnya enak dan terlihat oke melekat di lekuk tubuh, pilih yang bahannya agak berat. Satu ukuran lebih besar akan menghindari kesan pakaian melekat ketat yang tidak enak dilihat. Bahan ini biasanya dipakai pada seragam bola.

10. DENIM

Tidak ada yang tidak mengenal dan sayang pada jenis bahan satu ini. Denim alias bahan jeans, dicintai semua kalangan. Semakin gelap warnanya, semakin mudah mencari padanannya. Selain itu juga denim yang berwarna gelap akan terlihat lebih rapi dan formal daripada yang terang dan belel.

11. LYCRA

Lycra atau disebut juga bahan spandex biasanya dipadukan dengan bahan pakaian lainya, karena kandungannya hanya beberapa persen saja. Tapi bahan pakaian yang terbuat dari unsure lycra akan lebih tahan lama kerapiannya. Sifatnya yang mengikuti bentuk tubuh (elastis) dan nyaman tidak terlalu tebal sering dipakai pula untuk pakaian senam.

12. LEATHER & SUEDE (BAHAN KULIT)

Pasti keduanya sudah sangat familiar di telinga, bukan tidak mungkin, mulai dari dari celana, tas sampai sepatu pun terbuat dari bahan tersebut. Dua-duanya sebenarnya sama-sama terbuat dari kulit. Hanya saja, leather dibuat dari kulit luar, sementara suede dibuat dari bagian kulit dalam. Cari yang halus dan tidak kaku. Untuk dua bahan ini, diperlukan teknik perawatan khusus untuk membersihkannya. Untuk leather, pilih yang tidak mengkilap untuk kesan mahal dan elegan. Mengkilap malahan berkesan murahan.
Untuk bahan kulit ini biasanya dibedakan berdasarkan bagian tubuh dari hewan tersebut, yaitu bagian pungung, leher, bahu, perut bawah dan paha. Bagian tubuh yang paling mahal adalah bagian punggung karena memiliki kualitas kulit tebal dan halus yang baik dibandingkan bagian tubuh lainnya yang tipis dan melar.
Jika anda sedang memilih jaket kulit, pastikan bahwa semua bagian dari jaket tersebut menggunakan bagian punggung binatang agar mendapatkan kualitas kulit yang maksimal karena ada pula jaket kulit yang pada bagian tubuh menggunakan kulit yang baik tapi pada bagian lengan jaket menggunakan kualitas kulit yang berbeda. Jadi, pintar-pintar lah memilih jaket kulit, khususnya untuk jaket kulit asli (bukan sintesis) karena harga nya cukup mahal dan sayang jika anda mengeluarkan uang banyak dan mendapatkan jaket yang tidak maksimal.

13. DRILL

Bahan jenis drill diantaranya kain drill merk taipan drill dan taipan tropical untuk produk jepang yang kualitasnya baik dan tebal. Adapula merk American Drill seperti Verlando dan Venosa yang harga nya lebih murah ketimbang Japan Drill. Bahan ini nyaman sekali dipakai untuk seragam, koleksi warna pun terbilang paling lengkap dibanding bahan merk lain. Bentuk tekstrur dari bahan ini adalah terlihat garis benang bahan ini yang jelas.

14. LACOSTE

Bahan ini memiliki teksture pola bolong-bolong kecil yang biasa dipakai untuk pakaian Polo berkerah. Sebenarnya Lacoste adalah nama perusahaan asal prancis yang memproduksi pakaian dengn tekstur bolong-bolong tadi, namun seiring penggunaannya, masyarakat menjadikannya sebagai nama bahan jenis pakaian ini untuk membuat baju Polo atau bahasa lokalnya Wangki.
Untuk bahannya ada yang bentuk nya PE (terdapat kandungan Polyester/plastik) tipis dan kurang menyerap keringat serta bahan Pique yang terdapat kandungan katunnya, tebal dan menyerap keringat.

15. BAHAN SERAGAM OLAHRAGA

Jika anda ingin membuat seragam bola, ada beberapa pilihan bahan yang dipergunakan yaitu:
a. LOTTO
Bahan ini digunakan sebagai bahan kaos olahragat.Tekstur bahan ini tdk mengkilat,  lembut apabila dipegang dan elastis. Bahan ini memiliki tingkat ketebalan sama halnya seperti bahan cotton. Bahan ini sering dipakai sebagai bahan pembuatan kaos olahraga team sepak bola.
b. PARAGON
Karakteristik Paragon adalah sukar menyerap keringat. Memiliki tekstur kain yang sedikit terlihat pengkilat dan fleksibel apabila di pakai, karena memang bahan ini biasa dijadikan sebagai bahan dasar pembuatan kaos- kaos olahraga. Paragon biasa digunakan pada team basket.
c.WAFER
Bentuk bahan ini biasanya ada pola seperti wajik sehingga disebut wafer seperti motif pada makanan wafer yang berbentuk wajik. Sifat bahan ini ringan dan menyerap keringat meskipun tidak sebagus bahan kaos cotton. Bahan ini umum dipergunakan pada pakaian seragam bola atau futsal.
d. ADIDAS
Sifat bahannya tidak berbeda jauh seperti bahan wafer, hanya beda di motif saja dan umum pula dipergunakan pada seragam olahraga seperti pada produk-produk Adidas sehingga disebut bahan adidas.
e. HYGET
Bahan ini terbuat dari plastik,namun lbh tipis. Banyak digunakan untuk keperluan kampanye partai krn harganya yg sangat murah. Namu adapula yang jenis Super Hyget yang kualitas nya lebih baik dan biasa dipergunakan juga pada pakaian seragam bola.

16. BAHAN JILBAB/KERUDUNG

        a. SIFON
Jenis kain kerudung ini terbuat dari bahan dasar kapas, sutra dan serat sintetis.  Jenis kain kerudung ini memiliki sifat tipis, licin dan panas ketika digunakan untuk bahan kerudung jika tidak ada kombinasi lain dalam desain kerudung itu sendiri, biasanya kain jenis ini dalam pemakaian nya di ikuti oleh ciput dari bahan kaos. Meskipun demikian bahan kain kerudung ini cukup banyak di gemari oleh kaum hawa karena sifatnya yang ringan dan nge-flow. Kain sifon juga mempunyai banyak jenis diantaranya sifon polos ( yang biasanya terbuat dari bahan polyster /minyak bumi ) dan jenis sifon cerutti ( dari bahan sutra ). Bahan kain kerudung ini selain di gunakan untuk bahan kerudung, kain ini juga di gunakan untuk bahan dasar membuat pakaian wanita. Bahan ini paling sering dipergunakan untuk membuat kerudung.
b. HYCON
Kalo sekilas di lihat  kain kerudung ini tak tak terlihat berbeda dengan jenis kain kerudung sifon, kain kerudung sifon lebih licin dari kain kerudung hycon, akan tetapi jenis kain kerudung ini memiliki sifat lebih lembut di bandingkan dengan jenis sifon, biasanya dalam pemakainya kerudung ini di tambahkan ciput sebelum di lapisi kerudung hycon.
c. VOILE
Jenis kain kerudung ini memiliki sifat hamper sama dengan bahan kerudung hycon, yaitu sama – sama memiliki sifat halus dan lembut, kain kerudung ini sangat cocok di gunakan waktu siang hari dan penggunaan nya pun harus menggunakan inner, meskipun demikian jenis kain kerudung ini memiliki sifat tidak lentur. Kain kerudung jenis ini terbuat dari bahan kapas tapi ada juga yang menggunakan bahsn dasar rayon, sutra maupun polyester
d. SUTRA
Seperti yang telah disebutkan di atas, kain kerudung ini memiliki sifat tipis dan lembut sehingga kain kerudung jenis ini tergolong cukup mahal di bandingkan dengan kain kerudung jenis lain.
e. SPANDEX
Seperti yang telah disebutkan di atas, kain ini juga cukup mudah dalam proses pencuciannya, jenis kain kerudung ini banyak jenisnya dan yang paling menarik dari jenis kain ini adanya efek mengkilap, meskipun tidak semua jenis kain kerudung spandek memiliki efek mengkilap.
f. CERUTY
Jenis kain ini memiliki tekstur yang elastis, karena dalam bahan dasarnya kain ini mengandung bahan sutra yang lembut, sehingga kain kerudung jenis ini memberikan kesan mewah dan elegan, tekstrur kain kerudung ini seperti kulit jeruk.

17. DIADORA

Bahan ini umum dipergunakan pada jaket atau celana training olah raga dan sporty. Sifat bahan ini mengkilap ketika terkena sinar matahari sehingga menimbulkan kesan mewah meskipun harga nya tidak terlalu mahal. Bahan ini ketika di cuci tidak melar namun kalau menggunakan mesin cuci atau disikat dapat merusak serat kain nya seperti bahan umum lainnya.

18. CANVAS

Bahan ini memiliki tekstur tebal dan berat. Biasanya dipergunakan untuk jaket lapangan pada pertambangan atau mendaki gunung karena dapat melindungi tubuh dari goresan batu atau benda lainnya. Ketika dipakai biasanya agak gerah karena tebal.


Nb: Semua artikel yang ada berdasarkan teori yang kami dapatkan dari internet maupun sumber lainnya. Untuk hasil yang sebenarnya terjadi dilapangan harap bisa lebih dipahami dan disikapi dengan lebih bijak.

Disalin dari: http://jocsoedistro.wordpress.com/artikel-kreatif/jenis-jenis-bahan-kain/
Gambar: wikipedia.org

Tutorial Separasi Warna Menggunakan Separation Studio


Banyak teman-teman yang bertanya kepada saya mengenai cara separasi warna untuk raster, daripada saya menjawab satu per satu lewat inbox, menurut hemat saya lebih baik diposting di blog ini, jadi siapa saja bisa mengakses kapan saja. Kalau ada kekurangan pada teknik saya, kiranya para pembaca berkenan untuk memberikan kritik dan sarannya.
Langsung saja ya, siapkan gambar yang mau dipecah warnanya. Usahakan gambar mempunyai resolusi 300 dpi pada ukuran cetak yang diinginkan.

1. Buka gambar di photoshop untuk dicek dan disesuaikan resolusi serta ukurannya.

2. Hapus background hitam pada gambar menggunakan tool color range. Karena desain akan disablon pada kain berwarna hitam, jadi warna hitam pada desain ikut warna kaos saja. Lalu save as menggunakan format png biar backgroundnya tetap transparan. Sekarang desain sudah siap diolah menggunakan Separation Studio.
Gambar yang sudah dihapus background-nya
3. Buka file desain tadi mengggunakan Separation Studio
Gambar langsung terbagi menjadi 9 channel warna
Hapus channel yang tidak diperlukan seperti channel blue, purple, dan green.

4.Lakukan pegeditan seperlunya untuk mempertegas warna desain. Hal itu bisa dilakukan dengan cara klik kanan pada channel lalu pilih adjust channel. Sebagai contoh saya tingkatkan nilai contras pada channel red, gold, dan grey. Beberapa channel juga sudah dihapus.
Terlihat beberapa channel warna sudah dihapus
Setelah selesai diedit, simpan filenya. File hasil penyimpanan akan memiliki format eps. Sampai di sini proses menggunakan Separation Studio sudah selesai. Selanjutnya file hasil dari pengolahan ini dibuka menggunakan photoshop untuk di-split (dipisah) masing-masing channelnya.

5.Setelah file dibuka di photoshop, ubah resolusinya menjadi 80 dpi saja, karena rencananya akan dibuat halftone dengan kerapatan 40 LPI. Jadi rumusnya adalah:
Resolusi gambar (DPI)  = 2 x kerapatan Halftone (LPI)
Gambar siap diconvert menjadi halftone

6. Di photoshop saya sudah terinstal action script dari Quickseps, jadi untuk mengkonversi desain ini menjadi halftone tinggal klik action-nya sesuai tingkatan LPI yang dikehendaki.
Pilih action script yang 40 Lines Halftone

7.Gambar setelah dikonversi menjadi halftone 40 LPI.
Gambar siap di print.

8.Simpan masing-masing gambar hasil pemisahan channel menggunakan format bitmap grayscale. Gambar siap dicetak tanpa harus menggunakan printer yang support postscript.
File siap cetak


Demikian tutorial singkat dari saya, semoga dengan ilmu saya yang dangkal ini bisa memberi inspirasi buat teman-teman semua.

Tutorial Separasi Warna Menggunakan Separation Studio
Disalin dari: http://warungkonveksi.com/bikin-film-sparasi-via-sparation-studio/

Jenis-jenis Screen dan Kegunaan Berdasarkan Kerapatan T(x)



Dibawah ini adalah berbagai macam ukuran screen dan kegunaannya, ukuran screen biasa disebut Thick disingkat T yaitu kerapatan pada anyaman benang-benang screen.

Screen T 48
Screen kasar ini memiliki lubang pori-pori cukup besar, sehingga mampu menyalurkan tinta dalam jumlah yang cukup banyak dan tebal. Biasa digunakan untuk media handuk, selimut, karpet, karung, aku sendiri biasa menggunakan 48 T untuk blok/dasar pasta rubber putih pada kaos warna gelap.

Screen T 61
Ukuran ini lubang pori-porinya juga lumayan besar maka baik digunakan untuk sablon pasta rubber/karet pada warna kedua pada kaos, juga biasa dipakai sablon dengan teknik foaming (sablon untuk mendapatkan ketebalan tertentu), juga baik untuk sablon lem stiker.

Screen T 77
Digunakan untuk menyablon kaos dengan menggunakan tinta Extender terutama untuk desain yang besar, baik juga digunakan untuk membuat spanduk.

Screen T 90
Digunakan untuk menyablon kaos dengan tinta Extender terutama untuk desain yang kecil atau desain raster, baik juga digunakan untuk kain tekstil yang bertekstur halus seperti kain saten, peles dan sutera.

Screen T 120
Digunakan untuk menyablon karton, seng, kayu, kulit, dan kayu. karung plastik (glangsi)

Screen T 150
Digunakan untuk sablon kertas daya serap tinggi, seperti kertas Hammer, Hawai yang biasa digunakan untuk undangan.

Screen T 165
Screen ini tergolong screen dengan lubang pori-pori halus, biasa untuk sablon kertas dengan daya serap rendah, baik juga untuk sablon plastik, logam dan kaca.

Screen T 180
Biasa digunakan untuk mencetak plastik dan bahan-bahan yang bertekstur sangat halus.

Screen T 200
Biasa digunakan untuk mencetak pada media plastik, kaca dengan teknik raster.

Demikian sekelumit tentang kain screen dan kegunaannya, semoga bermanfaat.

Oleh:  Pappi Ceppy Sablon 
Sumber: Sablon Kaos Solo Group Facebook

Mengenal Jenis-jenis Tinta Sablon

Berawal dari browsing di Google akhirnya menemukan artikel yang isinya cukup bermanfaat bagi sabloners Indonesia, tulisan dengan judul Jenis-jenis Tinta Sablon menjelasnya beberapa janis tinta sablon beserta dengan keterangan penjelas yang mudah dipahami. Berikut kutipan yang diambil dari blog http://saviour-screenprinting.blogspot.com.
ilustrasi tinta sablon

 Jenis-jenis Tinta Sablon

Tinta sablon tersedia dalam berbagai macam jenis. Masing-masing memiliki karakteristik dan aplikasi penggunaan yang khusus. Masing-masing tinta sablon dibuat untuk dapat disablonkan ke satu atau beberapa jenis bahan tertentu, seperti misalnya; tinta plastik tentunya khusus digunakan untuk menyablon diatas bahan-bahan plastik. Juga untuk keperluan sablon kaos murah tentunya tinta sablon yang digunakan juga akan berbeda.

Berikut ini adalah beberapa jenis tinta yang dapat kita temui di pasaran dan aplikasi penggunaannya :

 

Tinta waterbase/Basis Air

Tinta Rubber/karet/GL
Tinta jenis digunakan untuk sablon diatas bahan textile, terutama di bahan kaos. Memiliki karakteristik seperti karet yang dapat melar bila ditarik. Tinta rubber banyak sekali tersedia dalam berbagai macam kualitas. Tinta rubber yang bagus dapat kita kenali dari daya tutupnya, hasil sablonannya apakah lembut atau kasar, dan juga tingkat elastisitasnya (apakah bila ditarik dia akan melar dan tidak retak).

Rubber Transparant
Rubber Transparant merupakan tinta rubber yang memiliki karakteristik transparansi, sehingga dapat digunakan dalam proses sablon separasi (tumpuk 4 warna) karena sifatnya yang transparan, sehingga lapisan warna atas dapat depengaruhi oleh lapisan warna yang ada dibawahnya.

Tinta Extender / Medium
Jenis tinta ini biasa digunakan untuk sablon diatas bahan textile, terutama di bahan kaos. Memiliki karakteristik transparansi / bening, sehingga tidak dapat digunakan pada bahan kain yang berwarna gelap. Jenis tinta ini memiliki permukaan yang halus bila kita sentuh, karena dia dapat menyerap ke pori – pori kain dengan baik. Tinta extender dapat juga digunakan untuk menyablon dengan teknik separasi (tumpuk 4 warna).

Tinta Superwhite
Tinta Superwhite digunakan untuk sablon diatas bahan textile, terutama di bahan kaos. Pada awalnya tinta jenis ini digunakan untuk menghasilkan efek vintage atau grunge yang samar – samar, karena karakteristiknya yang halus namun dapat disablonkan ke bahan berwarna gelap. Namun akhir-akhir ini superwhite juga banyak digunakan untuk sablon kaos yang menggunakan teknik raster (gambar gradasi), yang biasanya cukup sulit untuk diperoleh saat menggunakan tinta jenis rubber.

Tinta Foaming
Tinta Foaming sering juga disebut dengan tinta timbul/busa, karena karakteristik tinta ini yang dapat mengembang bila terkena press panas. Digunakan untuk menghasilkan efek timbul/foaming pada sablonan diatas bahan textile/kaos murah.

Tinta Metalic
Tinta Metalic merupaka tinta yang digunakan umtuk menghasilkan warna emas atau silver, maka diperlukan tinta jenis metalic. Tinta metalic terdiri dari 2 komponen, yaitu : binder metalic dan serbuk metalic. Sebaiknya keduanya dicampur pada saat hendak menyablon (dadakan) untuk bisa mendapatkan hasil yang lebih cemerlang, karena tinta jenis ini bisa mengalami proses oksidasi, yaitu proses perubahan warna kearah yang lebih gelap.

 

Tinta Special Effect – untuk textile/kain

Tinta Discharge (cabut warna)
Tinta Discharge (cabut warna) tinta jenis ini memiliki efek khusus yang dapat mencabut/ menghilangkan warna pada kain katun. Sebagaimana yang kita ketahui, kain katun yang berwarna-warni sebenarnya telah melewati proses pencelupan warna. Tinta discharge dapat digunakan untuk menghilangkan kembali pewarna yang sudah menempel di benang kain, sehingga mengembalikan warna benang kain itu ke warna asalnya (bila warna benang putih maka hasil cabut warna akan terlihat putih kembali). Dengan teknik sablon, maka tinta discharge bisa menghasilkan sebuah efek yang menawan, karena hanya bidang yang disablon saja yang akan menghasilkan efek pencabutan warna, sehingga tekstur dan warna yang dihasilkan seperti menyatu dengan bahan kain (karena memang demikian).

Tinta Glitters
Gliters sebenarnya tidak tepat bila disebut tinta karena merupakan campuran dari lem glitters dan serbuk glitters itu sendiri. Tinta glitters menghasilkan efek gemerlap sesuai dengan jenis glitters yang digunakan. Beberapa jenis efek glitters yang dapat anda temui di pasaran, diantaranya adalah ; glitters metalic, glitters rainbow, glitters hologram, glitters hexagon, dsb. Ada dua cara untuk menyablon dengan tinta glitters. Pertama, disablon dengan dicampurkan bersama lemnya (menggunakan kain screen yang sangat kasar: T-12 SL). Kedua, dengan menyablonkan terlebih dahulu lem glitters, kemudian glitters tersebut ditaburkan ke atas sablonan lem yang masih basah (bisa menggunakan kain screen dengan ukuran standart untuk menyablonkan lemnya, mis : T-48/T-54.

Elastic Binder
Elastic Binder merupakan tinta/binder yang berkarakteristik sangat lentur. Dapat digunakan untuk menyablon diatas kain yang berpori – pori kasar atau lentur, seperti ; kain sweater, kain spandex, kain rajut, dsb.

Tinta Plastisol
Tinta plastisol sebenarnya tidak dapat digolongkan dalam kategori tinta waterbase karena merupakan tinta berbasis minyak/oilbase, sumber: alatsablon.wordpress.com. Tinta jenis ini memiliki berbagai keunggulan dibandingkan dengan tinta jenis waterbase untuk textile lainnya, diantaranya ; tidak mudah kering di screen, daya tutup yang sangat baik, bisa dibuat tebal sekali sehingga menghasilkan efek timbul yang sangat kentara, dsb. Sayangnya, tinta plastisol ini memerlukan peralatan yang cukup mahal untuk proses pengeringannya, seperti ; mesin conveyor curing dan flash curing yang berharga jutaan hingga puluhan juta untuk memilikinya. Tinta plastisol sendiri juga bisa dibagi menjadi beberapa jenis, seperti ; all purpose Ink, High Opacity, High Density Plastisol, Cork Base, Natural Suade, dsb. Salah satu kelemahan dari tinta plastisol ini adalah hasil sablonannya tidak bisa di setrika atau di dry clean karena bisa membuatnya rusak / meleleh.

Foil Transfer
Tinta jenis ini sama seperti glitters, foil transfer bukanlah tinta sablon, karena terdiri dari lem foil dan kertas foil sebagai penghasil efeknya. Teknik sablonnya sederhana, anda hanya perlu menyablonkan lem foil sesuai gambar yang ingin ada beri efek foil, lalu tempelkan potongan kertas foil ke atas lem yang sudah mengering dan lakukan heat press atau cold press untuk transfer efeknya.

Flocking
Tinta jenis ini menghasilkan efek beludru yang dapat kita dapatkan dengan cara transfer atau dengan meniupkan serbuk beludru keatas lem flocking yang sudah mengering (dengan bantuan mesin magnetik blower). Sebagai pemula, bila anda ingin mencoba efek ini, maka lebih baik dengan menggunakan teknik transfer, yaitu dengan membeli flocking paper siap pakai, karena mesin magnetik blower berharga cukup mahal, sehingga investasi yang perlu anda keluarkan cukup besar.

Tinta Glow in the Dark
Tinta ini punya efek bercahaya saat di tempat gelap. Sebenarnya tinta ini merupakan campuran antara serbuk fosfor yang mampu menyerap cahaya dan memendarkannya kembali saatgelap (efeknya dalam waktu terbatas) dengan tinta yang berkarakteristik transparant, seperti misalnya : rubber transparant atau tinta extender. Tinta jenis ini hanya dapat menghasilkan efek yang baik diatas warna terang, sehingga bila hendak disablonkan di atas kain berwarna gelap, maka perlu dilakukan underbase (dasaran) berwarna terang terlebih dulu.

Crack Binder
Tinta jenis ini dapat menghasilkan efek retakan yang natural, sangat menawan bila anda hendak menyablon dengan tema vintage atau grunge.

 

Tinta Basis Minyak/Solvent Base

Tinta PVC
Tinta PVC biasanya digunakan untuk menyablon diatas bahan/media ; kertas, mika, PVC, acrilyc, kulit sintetis, kayu, dll. Menggunakan minyak pencampur M 3 sebagai pengencer (solvent) dan pembersihnya. Tinta PVC mudah untuk digunakan karena tidak mudah kering di screen.

Tinta Polymate
Tinta Polymate sering digunakan untuk menyablon diatas bahan/media ; plastik PP, PE, atau HDPE (Kresek). Menggunakan minyak pencampur M 4 sebagai pengencer (solvent) dan pembersihnya. Tinta polymate perlu diproses terlebih dahulu sebelum digunakan untuk menyablon, karena tinta yang baru dibeli biasanya sangat cepat mengering di atas screen. Sebelum digunakan, tinta polymate dicampur dengan M 4 secukupnya dan dibiarkan dalam keadaan tutup kaleng terbuka untuk beberapa lama (kurang lebih 20 – 24 jam), bila sempat sesekali aduk kembali dan tambahkan M 4. Setelah tinta agak mengental, maka dapat segera digunakan dengan nyaman untuk menyablon (tidak cepat kering).

Tinta Polytuff
Tinta Polytuff mirip dengan tinta polymate, namun dengan minyak pencampur therfin sebagai pengencer (solvent) dan pembersihnya. Biasanya digunakan untuk menyablon karung plastik.

Tinta Nylon
Tinta Nylon digunakan untuk menyablon diatas bahan/media nylon atau kain polyester (bahan tas). Menggunakan minyak pencampur M 3 sebagai pengencer (solvent) dan pembersihnya. Tinta nylon mudah untuk digunakan, dan terkadang memerlukan campuran catalyst (penguat) untuk bahan nylon tertentu.

Tinta Heavy Duty/Industrial
Ada banyak jenis tinta dalam kategori ini yang disesuaikan dengan kebutuhan dan media yang akan di sablon seperti misalnya ; tinta untuk metal, kaca/gelas, keramik, hard plastik, coated metal, PS, ABS, dsb.

Tinta-tinta sablon yang ane sebutin di atas sebenarnya hanya mewakili beberapa saja dari jenis-jenis tinta sablon yang ada di pasaran dan yang sering digunakan. Sebagai pemula, adalah lebih baik untuk anda tidak memusingkan mengenai banyaknya kategori tinta yang ada, karena seiring waktu dan banyaknya projek sablon yang anda kerjakan akan membantu meningkatkan pengetahuan anda akan jenis tinta yang cocok untuk digunakan pada projek yang akan anda kerjakan nantinya.

Sumber: http://saviour-screenprinting.blogspot.com

Apa Perbedaan Gambar Vektor dan Bitmap?

Gambar berjenis vektor dan bitmap sering kali kita temui saat melakukan aktifitas dengan komputer dan media digital lainnya. Dalam dunia sablon gambar bitmap dan vektor ditemui pada saat pengolahan desain gambar di komputer untuk menentukan jenis sablonan apakah sablon vektor atau raster. Apa perbedaan gambar vektor dan bitmap?

ilustrasi perbedaan gambar vektor dan bitmap

Gambar Vektor

Gambar vektor merupakan gambar yang terdiri dari penggabungan koordinat-koordinat titik menjadi garis atau kurva untuk kemudian menjadi sebuah objek, sehingga gambar tidak menjadi pecah walaupun diperbesar atau diperkecil. Gambar vektor umumnya mempunyai ukuran yang lebih kecil daripada gambar bitmap. Gambar vektor merupakan pilihan terbaik ketika harus menampilkan gambar-gambar yang harus bisa mempertahankan ketajaman garis ketika ukuranya diubah, karena walaupun diperkecil maupun diperbesar gambar tidak akan pecah atau menjadi blur.

Dalam sablon gambar vektor paling sering digunakan untuk diimplementasikan pada film untuk afdruk screen sablon. Kelebihan menggunakan desain vektor untuk sablon adalah proses pembuatan afdruk, presisi, dan saat menggesut tinta yang jauh lebih mudah dari pada sablon raster yang umumnya untuk sablon desain-desain bitmap.

Beberapa format gambar vektor di antaranya: .CDR, .AI, .SVG, .EPS, dan dll. dan program-program untuk pengolahan gambar vektor seperti CorelDraw, Inkscape, Vector Effects, OpenOffice.org Draw, Adobe Illustrator, FreeHand, dan lain sebagainya.

kaos sablon desain raster dan desain vektor

Gambar Bitmap

Bitmap adalah representasi dari citra grafis yang terdiri dari susunan titik yang tersimpan di memori komputer. Kerapatan titik-titik tersebut dinamakan resolusi, yang menunjukkan seberapa tajam gambar ini ditampilkan, ditunjukkan dengan jumlah baris dan kolom, contohnya 300px/inch (satuan ini sering dipakai agar hasil cetak tidak pecah, lebih besar lebih bagus).

Beberapa format file bitmap yang populer adalah BMP, PCX ,TIFF. JPEG, GIF, dll.

Suatu foto atau gambar bisa direpresentasikan dengan format bitmap dalam ribuan titik warna-warna yang membentuk suatu pola. Pada file bitmap dikenal dua istilah penting, yaitu :
1. Resolusi atau jumlah titik persatuan luas, yang akan mempengaruhi ketajaman dan detil file bitmap. Biasanya dinyatakan dalam satuan dpi (dot per inch).
2. Intensitas atau kedalaman warna, yang akan menentukan kualitas warna gambar secara keseluruhan. Biasanya dikenal istilah 256 warna, high color, true color, gradasi abu-abu (grayscale), serta hitam-putih (black & white).

Software yang digunakan untuk pengolahan gambar bitmap seperti Adobe Photoshop, Corel Photopaint, MS Paint, dll.

Dalam sablon desain gambar bitmap dapat diimplementasikan dalam sablon raster, yaitu dengan memisahkan warna berdasarkan titik-titik yang membentuk pola. Pengolahan desain pra cetaknya biasanya menggunakan software Photoshop. (www.sablon.info)

Oleh: Bambang Santoso

Referensi:
http://id.wikipedia.org/wiki/Gambar_vektor
http://id.wikipedia.org/wiki/Bitmap
http://www.notepedia.info/

Gambar:
Kaos sablon raster: http://prestigiosps.blogspot.com
Kaos sablon vektor: http://k4osb4ru.wordpress.com

Indonesia Apparel Production Expo - Solo 2014

Owner Website Sablon.Info
Pameran bisnis dan teknologi produksi sandang berskala nasional, Indonesia Apparel Production Expo 2014  bertajuk “Kreativitas dan Optimalisasi Bisnis Sandang Indonesia” digelar di kota Solo. Bertempat di Diamond Convention Center, puluhan brand garment, sablon dan fashion mencoba memasarkan produknya pada akhir pekan ini.

Selama tiga hari penyelenggaraan (28/30) Maret, beragam produk pendukung industri garment seperti mesin jahit, mesin printing, sablon hingga bordir menghiasi venue acara. Selain pameran juga bakal ada  acara lain seperti seminar bisnis dan konsultasi bisnis. Bagi Anda yang ingin menambah wawasan tentang dunia garment/sandang, inilah saat yang tepat.

Solo dipilih menjadi tuan rumah pameran ini bukan tanpa alasan. Banyak perusahaan garment mulai dari yang berskala besar, menengah dan kecil tumbuh di kota ini. Ferry, salah satu pihak penyelenggara yakin bahwa usaha sandang di Solo masih akan berkembang semakin pesat di masa mendatang. “Pameran seperti ini menfasilitasi calon dan pengusaha yangi ingin memulai atau mengembangkan usahanya” ujar Ferry.

Disalin dari: http://soloevent.co.id/indonesia-apparel-production-expo-2014-2.html

Cara Sablon Discharge Warna Tua pada Kaos

sablon discharge
Mencoba mengabadikan informasi yang cukup penting tentang cara sablon discharge warna tua yang didapat dari group FB ScreenPrintingForDummies, ada sebuah pertanyaan dari salah satu anggota bernama Balibarong Schablone, berikut kutipannya..

Selamat pagi para master...sy mw nanya ni,..gimana caranya nyari warna coklat discharge superwhite 116? soalnya sy nyoba udah pake pigment coklat hasilnya pas di pres malah jd hijau. trs sy coba nyampur warna merah+hitam biar jd coklat tetep pas di pres warna berubah....mohon pencerahannya master

Atas pertanyaan tersebut Lucas Sps memberikan jawaban atau penjelasannya, berikut kutipannya...

hai pagi, kalo sistemnya discharge pertama kainnya harus yg celupannya reaktif.. kedua, pemilihan tinta discharge bisa disesuaikan dengan warna yg akan kita pakai misalkan warna yg di inginkan coklat/warna2 tua,, mas bisa langsung menggunakan binder discharge 301 clear/eco discharge clear (tidak berbau) karakter tintanya transparant maka dari itu warnanya bisa tua sedangkan jika memakai super white itu kan tinta yg karakternya setengah putih jadi jika kita tambahkan pewarna warnanya akan turun/tidak bisa terlalu tua karna ada unsur setengah putih didalamnya.. dan sekedar info kalo sistem discharge itu memang sedikit mengalami penurunan warna..

Demikian kutipan tentang penjelasan Cara Sablon Discharge Warna Tua pada Kaos, melalui website ini Sablon (dot) Info mencoba mengabadikan informasi-informasi penting seputar sablon yang sekiranya dapat bermanfaat bagi sabloners di manapun berada...

Sablon.Info 

Gambar: http://www.kingscreen.com

Jenis-jenis Rakel Sablon Manual dan Kegunaannya


Rakel adalah alat untuk mendorong dan menekan tinta dari kain screen agar menempel pada media yang disablon seperti kain, kertas, plastik dan sebagainya. Rakel juga merupakan peralatan utama dalam sablon manual. Jenis-jenis rakel sablon manual cukup beragam, melalui artikel ini Sablon (dot) Info coba menyajikan informasi jenis-jenis rakel berdasarkan informasi yang didapat dari sebuat group di Facebook dengan nama ScreenPrintingForDummies.

Berawal dari pertanyaan salah satu anggota group bernama BombasTees sebagai berikut:
Menurut agan2, enakan rakel bentuk lancip apa yg papah/kotak ??? Apakah fungsinya emang beda? Thanks :)

Dari pertanyaan tersebut kemudian ada salah satu anggota group Meyer Lansky yang membagi ilmunya, berikut kutipan jenis-jenis rakel dan kegunaanya,
  1.  Rakel bentuk kotak / papak
    Digunakan untuk menggesut tinta solvent. Screennya T61, T77,T90, T100,T120,T150. Dapat untuk mencetak di bahan tekstil dan lainya seperti plastik, panel listrik, dsb. dan diperlukan untuk menghasilkan gambar yang mengandalkan ketajaman, dan juga rakel papak/kotak ini harus tahan minyak.
  2. Rakel bentul lancip
    Digunakan untuk menggesut tinta di bahan tekstil. Dibuat permukaannya lancip dengan maksud agar tintanya lebih masuk banyak. Cocok digunakan untuk mencetak tinta secara tipis. Untuk kekerasannya sekitar 65 dan cocok untuk menggesut di screen: T24,32,36,40,48,54,61,77, dan 90.
  3. Rakel lancip tapi datar ujungnya
    Digunakan untuk mengesut tinta di bahan tekstil, lebih cocok digunakan untuk mendapatkan hasil cetak tebal/block. screenya T24 - T48.
  4. Rakel lancip sebelah
    Biasanya digunakan untuk mesin karena mengesut dengan 1 arah makanya dibuatlah lancip 1 sisi. untuk hasil cetaknya hampir sama dengan yang dihasilkan oleh rakel lancip biasa.
  5. Rakel kotak sebelah
    Biasanya digunakan untuk mesin karena mengesut dengan 1 arah makanya dibuatlah kotak 1 sisi. untuk hasil cetaknya hampir sama dengan yang dihasilkan oleh rakel kotak biasa.
Demikian sedikit ulasan tentang jenis-jenis rakel sablon manual sesuai yang disampaikan Meyer Lansky dalam group Facebook, Sablon (dot) Info di sini berupaya mengabadikan informasi-informasi yang sekiranya bermanfaat buat sabloners tanah air. Tak lupa kami sampaikan terima kasih kepada Meyer Lansky dan BombasTees.

Sablon.Info

Alat Sablon Kaos Manual - Noken Frame Presisi

Dalam sablon kaos peralatan yang digunakan tiap industri cukup beragam, untuk jenis alat sablon kaos manual terdapat banyak jenisnya dan cara penggunaan tiap alat pun berbeda-beda. Sablon Info kali ini akan mengulas salah satu jenis alat presisi untuk sablon kaos yaitu Noken Frame Presisi.

Noken Frame Presisi
Noken frame presisi merupakan salah satu alat sablon manual yang menggunakan kerangka alumunium sebagai penjepit screen dan noken sebagai alat presisi. Alat sablon ini cukup populer dan banyak digunakan oleh para sabloners Indonesia. Entah siapa yang menciptakan alat ini pertama kali yang pasti alat jenis ini sudah banyak dijual di toko sablon dan secara online.

Apa kelabihan alat sablon jenis Noken Frame Presisi ini?

Alat ini merupakan jenis alat yang sangat sederhana akan tetapi mempunyai akurasi presisi yang cukup baik, dengan harga ekonomis di bawah 1 juta sudah mendapatkan frame beserta noken yang cukup banyak. Kelebihan lain alat sablon ini dapat digunakan untuk menyablon kain kaos yang masih potongan maupun kaos yang sudah jadi, tinggal menyesuaikan bentuk papan/triplek kaosnya.

Kemudian apa kekurangan alat ini?

Penggunaan Noken Frame Presisi umumnya diangkat dengan kedua tangan untuk berpindah dari papan kaos satu ke papan lainnya, hal ini menyebabkan kebutuhan tenaga yang lebih banyak saat menyablon apalagi saat produksi banyak. Dalam pemasangan screen pada alat ini terdapat banyak baut yang perlu dikencangkan (kurang lebih 10 baut) sehingga membutuhkan cukup waktu untuk pengaturan posisi screen.

Demikian sedikit ulasan tentang alat sablon kaos manual jenis noken frame presisi, semoga bermanfaat..

Oleh: Bambang Santoso

Kiat-kiat Membuka Usaha Sablon Kaos

 

Kiat-kiat Membuka Usaha Sablon Kaos

Usaha sablon kaos merupakan salah satu usaha yang cukup menjanjikan dikarenakan bagian dari proses produksi pakaian jadi, sedangkan pakaian jadi dalam hal ini kaos adalah bagian dari fashion yang tidak ada habisnya. Kiat-kiat membuka usaha sablon kaos akan kami kupas dalam artikel kali ini berdasarkan pengalaman yang sudah kami jalani, dan semoga dapat menginspirasi dan memberi gambaran tentang cara usaha sablon kaos.

Mengerti proses sablon kaos

Sebagai seorang yang baru akan membuka usaha sablon ada baiknya mengerti bagian-bagian dalam proses sablon mulai dari pra cetak hingga menjadi kaos jadi yang siap dijual. Bagian-bagian yang dimaksud diantaranya setting desain gambar, membuat atau mengafdruk screen, penyablonan, finishing. Bagian-bagian tersebut akan kami bahas pada artikel berikutnya.

Mengetahui peralatan-peralatan sablon kaos

Sablon kaos sekilas memang tampak sederhana, akan tetapi perlu diketahui bahwa proses sablon (manual) dilakukan dengan beberapa peralatan-peralatan khusus yang mempunyai fungsinya masing-masing. Peralatan tersebut seperti rakel, screen, alat presisi atau meja sablon, alat pengering (misalnya: hotgun), lampu afdruk, dan alat pendukung lainnya, tiap-tiap peralatan dan fungsinya akan dibahas pada materi-materi berikutnya.

Mengetahui bahan-bahan yang digunakan dalam sablon kaos

Dalam sablon kaos bahan-bahan merupakan bagian yang sangat penting, penggunaan bahan yang tepat tentunya akan mempengaruhi kualitas sablon itu sendiri. Bahan-bahan tersebut misalnya:
Bahan pra cetak, seperti: obat afdruk, penguat screen/katalis,
Bahan cetak, seperti: pasta/rubber/tinta/GL, binder, pigmen/biang warna, perekat/lem
Bahan pembersih, seperti: detergen, kaporit, M3
Penggunaan bahan-bahan tersebut dibutuhkan pengetahuan yang memadai, hal ini bisa dipelajari secara bertahap.

Nah, setelah mengerti bagian-bagian yang sudah dijelaskan di atas bisa dimulai dengan membeli peralatan-peralatan sablon kaos, sesuaikan dengan keuangan yang ada, berikut beberapa peralatan yang bisa dibeli:
  1. Screen
    Untuk tahap awal belilah screen jenis T61, screen tersebut merupakan salah satu jenis yang banyak dipakai untuk sablon kaos. Kemudian ukuran screen bisa dimulai dengan screen ukuran 30x40 untuk menyablon desain ukuran A4 ke bawah, dan atau screen 40x50 untuk menyablon desain ukuran A3 ke bawah.
  2. Rakel
    Rakel yang umum dipakai dalam sablon kaos adalah rakel lancip, ada juga yang menggunakan rakel persegi, panjang rakel bisa menyiapkan yang berukuran 33 cm.
  3. Alat presisi atau meja presisi
    Dalam menyablon biasanya tiap warna ditimpa/digesut 3 kali (3x naik) untuk mendapatkan hasil yang baik. Alat presisi atau meja presisi berfungsi agar gesutan ke dua dan seterusnya tidak bergeser dari gesutan sebelumnya sehingga hasil sablonan baik, juga berfungsi untuk mempresisikan warna-warna lainnya dalam proses sablon. Banyak alat presisi yang bisa digunakan, untuk lebih detail tentang hal ini kami buat artikel khusus tentang alat presisi atau meja presisi.
  4. Papan untuk kaos
    Papan berfungsi untuk meratakan bidang kaos agar mudah saat disablon, papan tersebut sudah diolesi dengan perekat/lem kaos sehingga kaos tidak akan bergeser dari papan. Papan disini bisa menggunakan triplek dan disesuaikan dengan alat presisi yang digunakan.
 Sedangkan untuk bahan yang bisa dibeli untuk tahap pemula diantaranya:
  1. Obat Afdruk
    Terdapat banyak obat afdruk yang ada di pasaran, seperti Photoxol, Bremol, Diasol, SuperX, dan lain-lain.
  2. Tinta/Pasta/Rubber
    Bahan yang umum digunakan untuk sablon kaos yaitu tinta jenis rubber (karet), terdapat banyak pula merk-merk rubber seperti Matsui, ANT-Ink, GK-Rubber dan lain sebagainya.
  3. Biang warna/ pigmen
    Biang warna atau pigmen merupakan pewarna rubber, campurkan pada rubber netral untuk mendapatkan rubber dengan warna yang dikehendaki.
  4. Binder
    Cairan binder digunakan untuk mengencerkan rubber, cairan binder berwarna putih susu dan biasanya ada yang jenis kualitas biasa ada yang kualitas bagus.
  5. Minyak M3
    Minyak M3 biasanya digunakan untuk membersihkan tinta rubber yang menempel pada screen yang sulit dibersihkan dengan air.
  6. Kaporit
    Kaporit yang dicampur dengan air biasanya digunakan untuk menghapus afdrukan pada screen sehingga screen dapat digunakan kembali untuk mengafdruk desain lain.
Demikian sedikit ulasan tentang kiat-kiat membuka usaha sablon kaos, dalam sablon banyak yang harus dipelajari dan pengalaman demi pengalaman dari hasil mencoba akan menjadikan pengetahuan yang bermanfaat. Semoga dapat menginspirasi dan memberi gambaran tentang cara usaha sablon kaos.

Oleh: Bambang Santoso

Software yang Sering Digunakan Dalam Sablon

Mengolah desain gambar di komputer
Dunia sablon di jaman teknologi seperti sekarang ini tak lepas dari pemanfaatan komputer sebagai salah satu sarana penunjang dalam sablon, baik sablon manual maupun sablon digital. Dalam sablon manual pemanfaatan komputer terletak pada pembuatan dan setting desain/gambar pra cetak, dan atau sering disebut pecah warna atau pecah gambar. Berikut beberapa software atau perangkat lunak yang sering digunakan dalam sablon,

Software yang Sering Digunakan Dalam Sablon

  1. CORELDRAW
    CorelDraw adalah editor grafik vektor yang dikembangkan oleh peruasahaan perangkat lunak bernama Corel. Software ini banyak digunakan dalam dunia sablon saat pembuatan desain gambar hingga pemisahan warna-warna pada gambar atau sering disebut pecah warna/pecah gambar. CorelDraw merupakan editor berbasis vektor atau garis sehingga gambar yang diolah tidak akan pecah atau blur saat diperbesar atau diperkecil, sangat cocok untuk desain gambar berbasis vektor.
  2. PHOTOSHOP
    Photoshop adalah editor citra yang lebih dikhususkan untuk editor foto atau gambar serta pembuatan efek-efek khusus. Dalam sablon software ini umumnya digunakan untuk setting desain untuk pembuatan raster atau berupa dot atau titik-titik kecil yang tersusun sedemikian rupa. Raster dalam sablon manual diimplementasikan pada desain-desain seperti foto, efek gradasi atau gambar yang dengan banyak susunan warna.
Kedua software di atas bisa dibilang wajib dimiliki untuk pengolahan desain gambar pra cetak, yaitu untuk membuat film guna mengafdruk screen yang akan digunakan untuk menyablon.

Oleh: Bambang Santoso


Mengenal Jenis Kain Screen pada Sablon Manual


Mencocokan Kain Screen Sablon dengan Jenis Tinta Yang Cocok 

Kain screen sablon merupakan kain yang berfungsi untuk menyaring  tinta, lem, bubuk, dan sebagainya. Kain screen ini terpasang pada frame/bingkai. Bingkai yang dapat digunakan biasanya berbahan aluminium ataupun kayu.

Kain screen memiliki nomor. Fungsi nomor pada kain screen adalah untuk mengetahui banyaknya helai kain yang dijahit dalam rentan sentimeter.

Ada 2 sebutan yang paling populer yaitu Tick (T) dan Mesh (M):
  1. Mesh  (M): istilah ini biasanya dipakai di eropa. Penghitungannya adalah jumlah benang yang dijahit setiap 2,5cm (1 inch) misalnya: M 100 berarti 100 benang setiap 2,5 cm.
  2. Tick (T): istilah ini biasanya dipakai di asia (seperti Jepang dan Korea). Perhitungannya adalah jumlah benang yang dijahit setiap 1 cm. Misalnya: T 48 berarti ada 48 benang setiap 1cm.
Contoh:

Rumus konversinya adalah (M : 2,5)= T
Mesh 100 apabila di T menjadi T40
Apa yang membedakan screen halus dan screen kasar:
  1. Perbedaan ketebalan benang screen.
  2. Perbedaan lubang / pori-pori. Mesh bernomor rendah umumnya mempunyai lubang / pori-pori yang relatif besar atau kasar, sedangkan mesh bernomor tinggi umumnya mempunyai lubang / pori-pori yang relatif kecil atau halus.
  3. Perbedaan daya saring tinta misal tinta rubber yang viscositas/kekentalannya tinggi akan mampat di screen yang halus. Jadi kita harus menggunakan screen yang kasar
  4. Perbedaan hasil sablon karena tinta yang bisa disaring antara screen kasar dan halus berbeda.
Selanjutnya mari kita mengenal jenis atau tipe screen guna mencocokan nomor screen dengan tinta sablonnya:

1. T24 – T 36: Glitter, bubuk  gold, reflektif, Crack print
2. T24 - T40: High density (sablon tebal)
3. T36 – T54: Foaming, Burn Out
4. T36 - T61: Rubber, Binder metallic
5. T36 – T90: Flat Rubber
6. T54 - T61: lem Flock, Lem Foil,  Lem Heat Transfer
7. T61- T120: Raster, Photo print, Extender, Discharge, Solvent based

*Nomor screen ini berdasarkan produk tinta sablon kami yang telah diuji coba.

Demikian sharing Charliesps pada kesempatan hari ini. Semoga informasi ini dapat bermanfaat untuk Para Sabloners :)

Sumber: Charlie SPS

Pengenalan Kain Untuk Screen Printing (Sablon)


Kain merupakan aspek penting dari screen printing. Karena kain adalah media dari tinta yang kita cetak. Karakteristik dan sifat kain masing-masing memiliki keunikan dan perbedaan baik itu dari sifatnya, tingkat elastisnya, maupun tingkat penyerapannya. berikut ini kami uraikan berdasarkan pengamatan tim kami.

A. Kain berdasarkan proses pembuatannya:
  • Kain tenun ( Woven Fabric)
  • Kain rajut ( Knitting Fabric)
  • Non Woven
KAIN TENUN (WOVEN FABRIC):
kain yang dibuat dengan cara ditenun yaitu menyilangkan benang dengan benang.
gambaran simpelnya seperti orang menganyam bambu untuk membuat dinding
Karakteristik Woven:
  1. Elastis kurang
  2. Mulurnya kurang
  3. Pada umumnya digunakan untuk outwear (casual maupun formal)
KAIN RAJUT (KNITTING FABRIC)
kain yang dibuat dengan cara dirajut, yaitu mengaitkan antara benang dengan benang sehingga terbentuk jeratan gambar simpelnya seperti orang merenda
Karakteristik Knit:
  1. Elastisitasnya tinggi
  2. Mulur tinggi
  3. Pada umumnya digunakan untuk sportware, underwear, dan out wear
KAIN NON WOVEN 
Kain yang tidak ditenun maupun tidak dirajut
Karakteristik Non Woven:
  1. Kekuatannya rendah
  2. Pada umumnya  digunakan sebagai bahan tekstil yang tidak memerlukan pembebanan sebagai kain lapis ( lining), baby diapers, tisu, paper bag dll
B. Kain Berdasarkan Bahan Bakunya (Serat)
Serat alam:
  • Cotton dari tumbuhan kapas
  • Wol dari bulu domba
  • Sutera dari ulat sutera
Serat buatan / Sintetik:
  • Polyester
  • Nylon
  • Spandex
Serat Campuran:
  • T/C (Teteron Cotton)
  • CVC (Cotton Viscose)
1. Cotton
Berasal dari serat alam yaitu dari tumbuhan kapas
Karakteristik:
  • Mempunyai keunggulan dari segi kenyamanan dalam pemakaian
  • Daya serap bagus
  • Mudah menyerap keringat
  • Mudah kusut (ketahanan kusut rendah)
  • Mudah susut/ Mengkerut
Dengan uji bakar, hasil pembakarannya meninggalkan abu dan berbau seperti kertas terbakar. Kain cotton biasanya dipakai sebagai bahan celana, baju, kemeja, baju koko, underwear

2. Polyester
Berasal dari serat buatan ( butiran plastic) dikenal dengan nama dagang Terylene (Inggris), Dacron ( Amerika serikat), Teteron (Jepang), dan Trivera ( Jerman)
Karakteristik:
  • Kenyamanan berkurang ( terasa panas bila dipakai)
  • Daya serap rendah
  • Tidak menyerah keringat
  • Tahan kusut
Dengan uji bakar, hasil pembakarannya meleleh dan membentuk bulatan kecil di ujungnya dan berbau seperti plastik terbakar.
Kain polyester banyak dibuat menjadi bahan busana wanita, kaos bola, kerudung, chyfoon, tirai, gorden, dll

3. Nylon
merupakan serat sintetik untuk menggantikan kain  sutra menjadi kain parasut
Karakteristik:
  • Daya serap rendah
  • Tahan kusut
  • Tidak tahan panas tinggi
Dengan uji bahan bakar akan meleleh. Kain Nylon biasanya digunakan untuk kain parasut, payung, tali, belt, jala, stocking dll

4. Spandex
Nama serat buatan jenis poly uretan, dikenal dengan nama dagang lycra.
Karakteristik:
  • Sifat elastis tinggi
  • Kemampuan kembali dari peregangan sangat baik
  • Dengan uji bakar akan meleleh dan tidak merusak pembakaran
Kain spandex biasanya digunakan untuk pakaian dalam wanita ikat pinggang, kaos kaki, baju renang dll

Serat Campuran
Kain/Fabric yang dibuat dari campuran dua jenis serat atau lebih
Tujuan dilakukan pencampuran serat:
  • Untuk memperoleh peningkatan sifat/karakteristik tertentu
  • Harga lebih kompetitif
Contohnya:
- T/C (Teteron Cotton)
- CVC (Cotton Viscose)

1. TC ( Teteron Cotton)
Campuran polyester dan cotton
Karakteristik:
  • Lebih tahan susut dibanding cotton
  • Kurang menyerap keringat dibanding cotton
  • Dengan uji bakar, hasil pembakarannya, meninggalkan abu dan arang ( bultan kecil diujungnya)
2. CVC ( Cotton Viscose)
Campuran cotton dan viscose.
Viscose: merupakan serat semi sintetik yaitu berasal dari serat alam (kayu) yang di proses regenerasi
Karakteristik:
  • Menyerap keringat
  • Lebih tahan susut dibanding cotton
Dengan uji bakar, hasil pembakarannnya meninggalkan abu dan berbau seperti kertas terbakar.

Demikian sharing kami tentang topik " Pengenalan kain untuk screen printing" Semoga dapat bermanfaat untuk anda semua.

Regards.
CV CHARLIEsps

Sumber: https://www.facebook.com/notes/charlie-sps/pengenalan-kain-untuk-screen-printing/172094656323649 

Thank's to CV CHARLIEsps :)

Cara Sablon: Membuat/ Afdruk Screen Sablon

Sebelum mulai menyablon lagkah awal yang perlu dipersiapkan adalah membuat atau mengafdruk screen sablon, dalam tutorial berikut akan dijelaskan bagaimana mengafdruk screen sablon dengan baik yang disertai foto pendukung untuk memperjelas pembelajaran.
Dalam percobaan ini alat screen yang digunakan adalah jenis T-61 yang umumnya digunakan untuk menyablon kaos. Berikut ini beberapa alat dan bahan yang digunakan:
  1. Screen Sablon
  2. Obat Afdruk (Misalnya: PhotoXol, Bremol, dll.)
  3. Alat Perata (Misalnya: Kartu ATM bekas, Kartu nama mika, dll.)
  4. Print out desain
  5. Kipas angin / Hair dryer
  6. Plester
  7. Lampu TL
  8. Kaca 
  9. Air
  10. Busa
  11. Alat Penyemprot
alat dan bahan sablon
Alat dan bahan untuk screen sablon
obat afdruk screen sablon
Pencampuran bahan afdruk dan sensitizer
Pertama, campurkan obat afdruk screen emulsion dan sensitizer bawaannya (biasanya produsen obat afdruk sudah menyertakan sensitizer), aduk hingga tercampur dengan baik. Campurkan seperlunya pada wadah tersendiri, pada tahap pencampuran ini untuk pemula biasanya masih ragu dalam penakaran sensitizer (takut terlalu banyak atau terlalu sedikit), jika sensitizer terlalu sedikit kemungkinan screen akan mudah rusak saat penyemprotan atau jika terlalu banyak sensitizer bisa jadi screen sulit berlubang waktu disemprot. Nah, para ahli sablon yang terbiasa biasanya menggunakan feeling berdasarkan pengalaman, bagi pemula cobalah melakukan penakaran sendiri dan itu akan menjadi pengalaman yang berguna untuk proses selanjutnya :)
meratakan screen emulsion
Meratakan obat afdruk / screen emulsion
meratakan screen emulsion
Bagian belakang screen sablon
meratakan obat afdruk sablon
Bagian depan screen sablon
Seteleh tercampur dengan baik tuangkan pada screen sablon, dan ratakan dengan alat perata. Dalam meratakan screen emulsion ini lakukan secara vertikal dan horisontal pada bagian depan dan belakang secara berulang hingga obat afdruk menempel rata dengan baik.

Setelah rata keringkan dengan kipas angin atau hairdryer, dalam pengeringan lakukan di lokasi yang minim cahaya lampu atau matahari karena obat afdruk yang telah tercampur dengan sensitizer mempunyai sifat mengeras apabila terkena cahaya.
pengeringan screen sablon
Pengeringan screen dengan kipas angin
penempelan-kertas-desain-pada-screen
Penempelan kertas desain pada screen sablon
Pengeringan dengan kipas bisa dilakukan sekitar 10 menit, pastikan obat sablon kering secara merata. Kemudian pasang kertas print out desain yang akan digunakan, posisikan desain dengan baik dan plester pada bagian ujung agar tidak berubah posisinya. Ingat penempelan di bagian depan screen posisikan kertas desain secara terbalik, lihat gambar.

Setelah kertas desain diposisikan dengan baik pada screen lakukan langkah-langkah persiapan penyinaran. Siapkan 2 lampu TL di bawah kaca dengan jarak kurang lebih 10 cm, kaca bisa disangga dengan kardus atau kayu atau bila memungkinkan buatlah meja untuk penyinaran.
Bagian belakang screen tutuplah dengan busa atau bahan lain yang lunak dan rata, letakkan screen pada kaca dan sebaiknya tindih bagian bisa dengan pemberat agar screen menempel rata pada kaca.
peletakkan-screen-sablon-di-meja-penyinaran
Peletakkan screen pada meja penyinaran
penyinaran-screen-tanpak-dari-atas
Penyinaran screen tampak dari atas
penyinaran screen tampak dari bawah
Penyinaran screen tampak dari bawah
Penyinaran dengan lampu dilakukan selama kurang lebih 3 menit. Setelah penyinaran dilakukan lepas kertas desain kemudian cuci dengan air. Apabila tahap demi tahap di atas dilakukan dengan baik maka saat screen dicuci akan tampak corak gambar desain dan membentuk lubang sesuai pola desain, lanjutkan dengan menyemprot pada bagian lubang desain dengan menggunakan alat semprot air.


Saat menyemprot gunakan tekanan sesuai kebutuhan agar hasilnya baik. Setelah selesai menyemprot kemudian jemur di bawah sinar matahari. Jika perlu lapisi screen dengan cairan penguat.

Demikian cara menyablon dengan materi membuat atau mengafdruk screen sablon, semoga dapat menjadikan manfaat bagi pembaca yang sedang belajar sablon.
Bila ada pertanyaan seputar materi di atas silahkan mengisikan komentar di bawah, kami usahakan merespon dengan cepat :)

Salam Sabloners!

By; BAMS (GK)

Sumber: Pemotretan di Rumah Sablon Klaten / Gading Kaos
Copyright © 2014 SABLON - All rights reserved.
Powered by Blogger. Valid HTML5 and Theme by Ardi Bloggerstranger